Showing posts with label safety riding gear. Show all posts
Showing posts with label safety riding gear. Show all posts

Wednesday, February 25, 2009

Antara Helm Motocross dan Helm Balap Jalanan

Helm pada dasarnya adalah sebuah perangkat keselamatan bagi pengendara, fungsinya lebih untuk mengurangi tingkat cedera yang mampir di kepala. Pada perkembangannya helm menjadi salah satu unsur fashion demi mendongkrak penampilan. Helm juga menjadi pembeda satu cabang olahraga terhadap olahraga yang lain. Bicara balap, bentuk helm yang berbeda justru ditampilkan cabang motocross dan balap jalanan. Bentuk helm motokros lebih dikenal sebagai helm cakil dengan bentuk 'pet' lebih mancung ke depan serta proteksi dagu yang juga lebih menjorok ke depan, sementara helm balap jalanan (street helmet) berbentuk lebih bulat dan lebih menekan kepala dengan kaca helm tanpa 'pet'.

Mengapa bentuknya bisa berbeda ? Karena secara fungsi adalah sama dan juga sama-sama berkutat dalam dunia balap. Ternyata bentuk helm ini memiliki karakterisitk dan fungsi yang berbeda. Apa saja ?

Motocross Helmet, dengan desain dagu yang lebih terbuka membuat pengendara lebih bebas mengatur nafas karena balapan motocross cenderung berisi lintasan-lintasan ketat dan menguras tenaga. Jika saja memakai 'Street Helmet' upaya mengambil nafas akan terus-terusan membuat kabut di kaca helm. Pada situasi tertentu seperti di lintasan berlumpur dan berpasir 'pet' helm juga berfungsi menghalau partikel debu untuk masuk lebih dalam ke kaca, tak heran pengendara lebih nyaman mengenakan 'Goggle' yang lebih mudah dibersihkan ketimbang memakai kaca pada helm. Di saat panas 'pet' juga dapat menghalau sinar matahari. Jika helm jenis ini dipakai di lintasan balap jalanan tentunya mengganggu sisi aerodinamika dimana helm rentan tertarik ke belakang karena desainnya yang lebih besar.

Street Helmet, dengan desain membulat mengikuti kepala helm jenis ini membuat sisi aerodinamika lebih terjaga dalam usahanya menambah kecepatan saat balapan. Pada balapan yang menggunakan jenis helm ini memang lebih menekankan pada kecepatan dan saling mendahului dalam tempo yang lebih kencang ketimbang balapan motocross. Ini yang membuat dari sisi desain antara 'Motocross Helmet' dan 'Street Helmet' menjadi berbeda.

Bagaimana jika helm-helm ini diaplikasikan ke penggunaan sehari-hari ? Tidak ada larangan dalam bentuk apapun dalam memilih helm sejauh helm memberikan proteksi lebih terhadap kepala dan memberikan kenyamanan pada penggunanya. Pastikan saja kita sudah memilih helm dengan benar.

Monday, February 9, 2009

Soal Helm

OTOMOTIFNET - Seperti juga makanan dalam kemasan, helm, baik itu produk branded maupun nonbranded sebetulnya punya masa pakai (expired date) alias masa kadaluarsa. Beberapa pabrikan helm mancanegara mewajibkan produk-produknya untuk tak dipakai lagi (harus direplace) dalam waktu tertentu.

Namun begitu, masing-masing merek berbeda-beda dalam menentukan expired date. Misal Arai menyarankan mengganti selama pemakaian 5 tahun. "Umumnya waktu kadaluarsa pemakaian helm ini (KBC, red) selama 5 tahun sejak pertama kali diproduksi," ujar Verdi Marcel. Agus Hermawan yang juga penjualan helm-helm impor pun mengakui masa pakai helm rata-rata 5-6 tahun sesuai pemakaian. Tapi jika helm sudah terjatuh atau mengalami kecelakaan sebaiknya masa pakai diperpendek. "Ketika helm jatuh di satu bagian maka terjadi perubahan struktur material helm. Takutnya, ketika dipakai lagi dan jatuh di sisi yang sama," terang Agus.

Jusri Pulubuhu, training director JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) menyarankan wajib ganti helm jika sudah terjadi kecelakaan. "Kalau sudah mengalami benturan pada kecepatan 40 km/jam harus ganti. Karena bisa mengakibatkan cedera kepala atau gegar otak," jelasnya. Secara kasat mata batok memang masih bagus namun secara material sudah mulai berubah jika terjadi benturan keras. "Busa bagian dalam sudah mulai menggumpal. Ada yang mengeras seperti biji kapuk atau jatuh layaknya rempah makanan," jelas Eka Satrya.

Disamping itu, ketahanan sterofoam untuk meredam benturan di balik shell (batok luar) juga mulai menurun. Cara deteksi, "Tekan pakai tenaga cukup kuat beberapa kali di bagian sterofoamnya pakai ibu jari. Kalau terdapat bekas tekanan dan tak kembali normal dengan cepat, lebih baik beli helm baru yang belum kadaluarsa," saran Verdi lagi. Bagaimana cek expirednya? Umumnya pabrikan menempelkan label waktu produksinya. Persisnya, angkat inner padding bagian atas. Posisinya menempel di permukaan sterofoam sebelah kiri atau kanan atas tergantung tiap merek helm.

Disitu tertera tanggal, bulan dan tahun produksi. "Tinggal tambahkan angka 5 pada tahun pembuatannya. Jika tahun pembuatannya 2006 maka masa expirednya di 2011, dengan tanggal dan bulan yang sama dengan yang tertera di label," jelas Verdi. Jangan sampai kelewat ya!

foto : www.advrider.com

Thursday, February 5, 2009

Perlengkapan Safety Foxy Lady

SUMBER BERITA

Dihitung jumlah memang nggak ada data pasti. Namun yang pasti, di jalanan pengendara cewek terlihat makin banyak. Ada banyak alasan foxy lady naik motor. Lebih efisien soal waktu dan biaya. Namun, ada juga alasan khusus. Seperti ingin menghindari pelecehan seksual di sarana transportasi.

"Perlengkapan kendaraan seperti helm, jaket, sarung tangan dan sepatu tetap wajib bagi pengendara termasuk wanita. Namun, tetap mempertimbangkan aspek gaya," jelas Joel D. Mastana, instruktur safety riding di U Mild U Bikers.

Soal keamanan, tidak ada perbedaan khusus helm cewek atau cowok. Semua harus mengikuti kaidah berkendara, seperti memenuhi SNI atau tingkatan yang lebih tinggi seperrti SNELL.

Namun demikian karena ada sedikit perbedaan fisik, perlu kekhususan tersendiri buat foxy lady. "Umumnya, ukuran kepala cewek lebih kecil. Di pasaran banyak pilihan warna ngejreng. Pink dan motif lucu, seperti bunga. Pilihlah itu," jelas Dewi, pengendara motor dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Anggono Iriawan, prinsip penggunaan helm, selain memenuhi unsur aman juga nyaman bagi kepala. "Kebesaran tidak bagus begitu juga sebaliknya ," jelas Kepala Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) itu.

Pertimbangkan juga penggunaan anting bagi kaum perempuan. Anting yang panjang bisa nyangkut dan pastinya menyulitkan ketika pakai helm full-face. Ini mengakibatkan konsen mbak atau neng bisa terganggu saat berkendara.

Perlengkapan lain, sarung tangan. Di pasaran tersedia aneka sarung tangan. Mulai bahan kulit atau kombinasi kulit dan kain. Bentuknya ada yang setengah atau tertutup.

"Pilih sarung tangan yang tidak licin saat memegang grip atau setang. Bahan kulit sangat disarankan. Juga pilih sarung tangan tertutup," tambah Joel D. Mastana lagi.

Sebagian foxy ladyjuga tetap mengedepankan unsur gaya. Jaket harus bisa membantu keamanan pengendara wanita. Melindungi dari terik matahari dan melindungi dada dari angin. Menurut Jusri Pulubuhu, jaket melindungi bagian tubuh ketika jatuh. "Membantu mengurangi gesekan kulit dengan aspal," jelas Direktur Training, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Tak kalah penting, penggunaan sepatu. Cewek masih sering terlihat memakai tumit tinggi. "Ini mengurangi kemampuan kaki untuk menginjak rem atau oper gigi. Sebaiknya memakai sepatu yang hak-nya tidak lebih 2 cm. Soal gaya itu terserah masing-masing. Yang jelas harus aman dulu. Safety first," tutup Anggono.

TIPS PRAKTIS:
  1. Pas riding dianjurkan pakai sun-block dan baru berdandan saat tidak naik motor.
  2. Lindungi mata dengan helm full face, goggle atau kacamata yang baik. Menurut dr. Deden W. Sorna, senior Tiger Association Bandung (TAB), debu dan partikel mudah menyerang dan menyebabkan inflamasi (peradangan) dan pinquekula (perlemahan).
  3. Sering melakukan perawatan tubuh. Mulai creambath, hair masker dan hair spa. Menurut Anna Listiana, pemilik Anna Salon, di Jakarta Barat, perawatan ini untuk melancarkan peredaran darah dan syaraf agar tetap fresh dan cantik.

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP