SUMBER BERITAPerilaku konyol kadang ditunjukkan bikers saat berhenti di perempatan lampu merah. Yang jelas bukan semata menyebalkan pengguna jalan lain. Tapi juga membahayakan. Lihat apa aja sih prilaku buruk yang memang tidak perlu ditiru. Wuuuu...
MEMOTONG JALUR
Tabrakan dari arah samping bisa dihindari jika pengendara tidak memotong jalur pengguna jalan lain. Maklum, motor mudah terobos sana-sini. Jadi, asal ada ruang bisa ngambil jalur lain. "Risiko seperti ini harus dihindari. Karenanya jangan ambil jalur orang lain," jelas Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting.
'KORUPSI' LAJUR KIRI
Risiko disenggol dari belakang bisa terjadi karena lajur kiri dipakai untuk berhenti. Korupsi jalur yang sebenarnya untuk satu motor diisi sampai tiga motor. Akibatnya, pengendara di belakang jadi tidak bisa jalan.
"Melanggar garis batas sangat berbahaya buat pengendara. Posisi ini bisa jadi rebutan antara sesama pengendara. Parahnya, kalau disenggol dari belakang," jelas Hamisuseno, dari klub Hornet (Honda on Internet)
TIDAK SABAR
Sering melihat, pengendara yang tidak sabar menunggu lampu ganti warna dari merah ke hijau. Tancap gas! Sebaiknya, pengendara bersikap aman. Waktu sedetik tidak banyak pengaruhnya kok. Makanya, jangan langsung tancap gas start apalagi sampai jump start. Emangnya mau balap?
"Ini mengurangi kecelakaan kalau pengendara dari arah lain juga tidak sabar, lampu merah diterobos. Perilaku menerobos lampu merah dan melewati marka jalan juga membahayakan diri," jelas AKP Harry Setiyadi, Kasie Idik Lantas Polda Metro Jaya.

No comments:
Post a Comment