Tuesday, February 3, 2009

Cara - Cara Mengemudi Dengan Bijak

SUMBER BERITA

MENURUT Jusri Pulubuhu ada beberapa teknik dasar mengemudi supaya konsumsi bahan bakar efisien. Teknik-teknik yang dijelaskan di sini adalah teknik mengemudi mobil, tetapi pada prinsipnya dapat diterapkan pula saat Anda mengendarai sepeda motor.

1. Bagi pengguna mobil bermesin bensin dan bertransmisi manual, pindahlah gigi pada kisaran putaran mesin 2.500-2.800 rpm (rotation per minute). Sementara untuk mesin diesel pada kisaran 2.000 rpm. Lebih dari itu, konsumsi bahan bakar akan bertambah, sementara di bawah itu mesin cenderung akan ngelitik (knocking) karena pembakaran tidak sempurna. Ini artinya bahan bakar terbuang percuma.

Angka-angka itu berlaku untuk mobil empat silinder dengan perbandingan gigi transmisi (gear ratio) tertentu. Untuk mobil enam silinder dan gear ratio yang berbeda, putaran mesin paling efisien bisa berbeda.

2. Kemudikanlah mobil dengan halus, dan usahakan dengan kecepatan konstan. Data teknis yang dimiliki Jusri menunjukkan, saat mobil berjalan dengan kecepatan konstan 50km per jam, daya yang dikeluarkan mesin hanya 5 kilowatt (kW). Sementara pada kecepatan 120 km per jam, daya yang dikeluarkan menjadi 25 kW.

"Hindari memindah persneling dengan tergesa-gesa dan melepas kopling mendadak, karena putaran mesin akan melonjak tiba-tiba dan konsumsi BBM meningkat. Pindahlah gigi dengan smooth," saran Jusri.

3. Saat menghidupkan mesin, matikan semua sistem elektrikal, seperti AC, lampu, dan sistem audio, karena semua ini akan membebani kerja mesin. Usahakan menghidupkan mesin hanya sekali, karena menghidupkan berulang-ulang akan membuang bahan bakar. "Jangan injak gas saat start, injak gas saat mobil sudah mulai bergerak sedikit," tambahnya.

4. Jangan terlalu lama memanaskan mesin pada pagi hari. Tujuan pemanasan mesin adalah menunggu oli bersirkulasi sehingga melumasi bagian mesin secara sempurna, bukan benar-benar untuk membuat mesin jadi panas. "Cukup 2-3 menit oli sudah bersirkulasi dengan baik. Jangan sampai lebih dari 5 menit, karena itu pemborosan BBM," ujar Jusri.

5. Pada saat terjebak macet dan mobil tak bergerak lebih dari satu menit, lebih baik mesin dimatikan. Hindari juga menginjak rem atau gas secara mendadak. "Untuk menghindari rem mendadak, pandangan pengemudi harus jauh ke depan dan siap mengantisipasi kemungkinan bahaya apa pun," lanjut pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) tersebut.

6. Perhatikan aerodinamika mobil. Mobil kotor dan beberapa aksesori mobil seperti rak barang di atap bisa menambah hambatan udara yang berarti menambah kerja mesin dan memboroskan BBM

No comments:

Post a Comment

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP