Monday, February 9, 2009

Jelasnya, 'setan' itu ada di mobil Anda!

SUMBER BERITA

Otomotif Online
- Setelah amblasnya beberapa ruas tol Cipularang, kini muncul kabar perlunya penutupan sementara penghubung Jakarta dan Bandung itu demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan tol (Kompas, 6/12).

Namun terlepas dari kontroversi ditutup atau tidaknya jalan berpemandangan geulis (cantik, red) itu, pengguna jalan sebaiknya memperhatikan kecepatan, salah satu faktor penentu keselamatan melintas di ruas yang dikabarkan angker tersebut. Angker?

MENGALAMI 'HILANG'
Ya, kini beredar kabar berbau mistis. Bukan hanya dari mulut ke mulut, melainkan juga dari e-mail ke e-mail (bayangkan, di zaman internet begini). Di samping ada juga kiriman tips dan trik mengemudi di jalan tersebut.

Contohnya, ada yang menuturkan Om temannya (bukan orang pertama) sontak tak sadarkan diri dan memacu kencang Isuzu Panther di Km 72, empat hari pascalebaran. Setelah membentur trotoar mobil terbalik. Seorang pengemudi di belakang mengaku ia juga mengalami 'hilang' sebentar. Kecelakaan ini tak tercatat dalam di Info Tol PT Jasa Marga (JM).

Lalu ada pula kisah pengemudi yang dibuntuti dan disorot lampu high beam berkali-kali pada malam hari. Setelah minggir dan melongok spion, mobil di belakang masih juga memberi high beam. Hingga saat sang pengemudi melihat kembali ke depan, ternyata sudah ada truk di hadapannya. Sementara mobil pemberi lampu jauh tadi menghilang. Hiiy...

'SETAN' PENDORONG
Di balik kisah tadi, pengemudi mutlak harus menyadari kalau tol 59 kilometer ini berisi banyak tanjakan dan turunan. Diiringi tikungan kiri-kanan di akhir turunan plus jalan bergelombang.

Ingat, saat memasuki turunan, Anda bak masuk alam gaib. Salah satu faktor yakni mobil tiba-tiba mendapat dorongan ekstra yang makin besar sampai ke bawah. Lantas, di mana 'setan' pendorong itu bersembunyi?

Jelasnya, 'setan' itu ada di mobil Anda! Tetapi jangan takut, makhluk halus ini bernama inersia. Biar enggak ngeri kita namakan saja Si Ine. Ine, membesar seiring kecepatan mobil.

Pada mobil yang menurun, selain dari kecepatan, Ine juga mendapat energi potensial dari posisinya yang lebih tinggi dibanding ujung lintasan. Makin tinggi (makin curam jalan) maka energi potensial mobil juga makin besar.

Jika mau dihitung, energi tambahan ini merupakan pengurangan energi potensial gravitasi akibat sudut jalan. Gabungan inersia mobil - pada kecepatan awal - dan energi potensial inilah yang membuat kecepatan meningkat seiring membesarnya Ine.

Sekarang bayangkan, jika mobil Anda meluncur 140 km/jam di turunan menikung. Mengerem dalam kondisi trek bumpy (bergelombang) jelas lebih sulit ketimbang di jalan datar dan mulus. Sayangnya, tanpa dorongan ini, umumnya pengemudi sulit mematuhi kecepatan maksimal yang hanya 80 km/jam. Padahal, Zuhdi Saragih, kahumas JM menyatakan jika pengemudi berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang ada, kemungkinan kecelakaan bisa dihindari.

GANGGUAN MENTAL
Dalam tinjauan safety driving, menyikapi potensi kecelakaan di tol Cipularang sebenarnya cuma ada satu kata kunci; hati-hati. Apalagi pemicu kecelakaan, sebenarnya bukan faktor nonsense, melainkan nyata. "Indikasinya, harus dirunut dari manusia, lingkungan, kendaraan dan cuaca," jelas Jusri Pulubuhu, presiden Jakarta Defensive Driving School (JDDC).

Faktor manusia perlu disadari sebagai pencipta problem. Jadi kalau enggak mau celaka, mengemudi harus sehat jasmani dan rohani. Kompetensi nyetir juga berdasar latihan. Lalu faktor lingkungan, perlu diperhatikan kondisi permukaan trek, elevasi tikungan, kepadatan lalu lintas, faktor yang berkaitan sama visibility dan keberadaan jalan (di atas gunung).

Penyebab insiden bisa berkaitan dengan pengalaman seseorang yang bisa memicu fatique atau keletihan. Hal ini bukan cuma akibat stamina melemah. Tetapi oleh faktor kejenuhan yang dihadapi pengemudi. Alhasil, begitu lewat trek panjang dan sepi, gampang berhalusinasi.

Kalau mau masuk akal, menuding faktor alam lebih bijak. Seperti diketahui di Cipularang ada beberapa titik yang melalui bukit atau lembah. Hal ini mempengaruhi tekanan angin dari kanan-kiri yang besar. "Akibatnya, mobil serasa bergeser ke samping (seakan mengalami aquaplaning, red)," beber Jusri. Acp, Mashim, Iday

No comments:

Post a Comment

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP