Friday, February 27, 2009

Defensive Driving for Ladies : Astra Credit Company

Apa yang terlintas di benak anda saat melihat seorang pengemudi wanita ? Meremehkan kemampuannya ? Menunggu waktu untuk menghindar atas potensi kecerobohannya ? Atau justru mengagumi kemampuan yang mungkin terlihat di atas rata-rata. Sayangnya apa yang terlihat di jalan seringkali para kaum hawa ini berani melakukan multitasking saat mengemudi. Entah memegang ponsel, menata rias wajah atau bahkan saling bercengkerama dengan penumpang di sebelahnya. Angka kecelakaan yang melibatkan unsur fatal memang banyak diisi oleh pengemudi pria, pengemudi wanita justru mengemuka pada kasus-kasus yang sebenarnya terhitung remeh yang berefek kecerobohan. Tak heran klaim asuransi memunculkan data lebih dari 50 % berisi klaim-klaim yang datang dari pengemudi wanita.

Sabtu (14/2) bertempat di gedung Astra Credit Company (ACC) di bilangan TB Simatupang Jakarta Selatan, pihak ACC menggelar satu hari training "Safety Driving for Ladies". Di bawah arahan Jusri Pulubuhu, trainer dan foounder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), para peserta wanita yang hadir terlihat serius bahkan mengkritisi juga membenarkan setiap isi materi yang diberikan. Pada isi materi trainer membeberkan data yang diambil dari penelitian seorang pemerhati 'Road Safety' Dr Leon James asal Hawaii USA, dalam tabel yang dibuat terlihat masing-masing pengemudi pria maupun wanita memiliki sumbangsih masing-masing terhadap fakta kecelakaan. Kecelakaan fatal lebih banyak di dominasi cara berkendara kaum adam sementara insiden-insiden kecil justru dominan datang dari kaum hawa.

Training satu hari ini berisi setengah hari kelas teori yang menekankan terhadap "Road Hazard Awareness", lalu jeda makan siang peserta melakukan praktek sederhana atas pengendalian mobil, salah satunya adalah parkir paralel. Di kelas praktek itu pula peserta diberikan materi cek kendaraan sebelum memulai berkendara atau yang lebih dikenal dengan pengecekan ala P.O.W.E.R yaitu Petrol - Oil - Water - Electricity dan Rubber. Di samping itu juga diperagakan posisi memegang kendali setir yang benar hingga penggunaan seatbelt dan kursi bayi dalam mobil. Peserta tak kurang dari 15 orang ini terbagi atas dua mobil yang telah disiapkan. Di akhir sesi peserta tampak cukup puas mencoba ragam transmisi kendaraan beserta pengetahuan di dalamnya. Hendaknya ini bisa jadi sebuah pegangan karena sebuah proses training berkendara adalah investasi bagi peserta.

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP